Senin, 23 Desember 2013

Jumat, 20 Desember 2013

PR


Menjadi pengagum rahasia memiliki seni tersendiri
Menjadi pengagum rahasia menyenangkan, setidaknya bagi sebagian orang
Namun, menjadi seorang pengagum rahasia juga harus siap
Siap menelan kenyataan bahwa perasaan kita tidak akan tersampaikan,
Atau yang lebih buruk lagi, didahului oleh orang lain, bahkan bisa jadi teman sendiri
Menjadi pengagum rahasia itu pilihan, bukan berarti sepenuhnya tidak mau mengungkapkan
Ada saat dimana dia patut untuk diperjuangkan

Minggu, 01 Desember 2013

The Trouble


"If everyone think that she's okay but you're not, then the trouble is YOU"


Some people just don't realize that sometimes they could be so mean.
Turn the fact upside down and tell lies to everyone.
Keep bragging about their fab life and don't care about the other who can't afford it.
I hate that type of people who act like they’re the victim but in fact, they’re not.
They’re just the attention seekers who beg your attention and love.
I'm sick of things like this.
Like, everything was fine before you spread other's secrets and blame every person you hate.
I'm sick of your drama.
Everyone thinks that everything is fine until you walked in and tell the lies.
I just couldn't believe you anymore, even as a friend.
Like, I don't make friends with mean people. Just like you.
I don't make friends with people who can't keep secrets. Just like you.
I don't make friends with fake people. Just like you.
I know that this might hurt you.
But the fact that you hurt everyone feelings icluding me, makes me think twice.
This is for your good.
You have to stop being a trouble to everyone and making dramas.
Like, you're a big independent girl and you shouldn't do that to everyone.
I know you will hate me after reading this but, once again this is for your good.



Sabtu, 30 November 2013

Sesalku


Aku selalu begini, setiap ada kesempatan, tak pernah mengambilnya dengan baik. Tiap melihat sosok orang yang kusukai ada di depanku, aku tak pernah mampu membuat suasana menjadi 'hidup'. Aku sangat menyesal saat kemarin berpapasan denganmu tapi tidak sempat berkata 'hai'. Dan kamu tahu? Itu semua menyebabkan aku bermimpi tentangmu. Ya, ini konyol. Mungkin kesan buruk tentang diriku sudah kamu capkan begitu saja, mungkin kamu menganggap aku sombong. Padahal tidak, tidak sama sekali. Aku hanya heran, mengapa lidah ini rasanya begitu kelu, dan kaki ini sangat ingin untuk cepat berlalu dari hadapmu ketika kita bertemu. Bahkan mata ini seperti tak ingin melirikmu sedikitpun. Andai aku punya kuasa lebih, tapi apa daya. Kuharap kita bisa berpapasan lagi dan berbicara lebih lama seperti waktu itu.

Jumat, 01 November 2013

Selamat Tinggal Sepuluh~


Hari ini hari baru sekaligus bulan baru. Awal bulan di hari Jumat. Mungkin kebanyakan anak rantau sepertiku bersorak bahagia karena uang bulanan sebentar lagi tiba. Semangat baru juga mulai menggelora, karena biasanya awal bulan dijadikan tonggak untuk memulai sesuatu. Seperti memulai cari gebetan baru, pacar baru atau juga ada yang mulai move on... Atau seperti aku, yang memulai untuk bangkit dari fase kekacauan hati. Ya, aku begitu semangat. Karena aku tak ingin lama-lama terlarut dalam kekacauan-kekacauan lain yang akan menghancurkan mood-ku setiap hari. Jadi, di fase penyembuhan dari kekacauan hati ini, aku ingin mencoba untuk lebih ikhlas, lebih sering tersenyum, lebih sering bergembira, lebih sering bersyukur, lebih sering mengambil pelajaran dari setiap hal yang aku alami, lebih menyayangi diri sendiri, dan lebih sering yang lainnya. Intinya, di bulan ini, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga saja bisa. Tak perlu muluk-muluk membuat tweets "#NovemberWish" yang hampir memenuhi timeline twitter ataupun Facebook. Cukup dengan tindakan kecil sehari-hari. InsyaAllah...

Sebelumnya aku ingin meminta maaf kebada Oktober, karena di bulan ini aku sering uring-uringan tidak jelas. Maaf sekali, terlalu banyak kegalauan yang kualami selama sebulan ini. Semoga kita bertemu lagi tahun depan ya, Sepuluh!



Senin, 14 Oktober 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

Keterbukaan


"Be careful who you open up to. Only a few people actually care, the rest are just curios."

"Hati-hatilah kepada siapa kamu terbuka. Hanya beberapa orang yang benar-benar peduli, lainnya hanya penasaran."


Well, setuju banget sama quote di atas. Nggak semua orang bisa dipercaya. Nggak semua orang itu benar-benar care dan mengerti kita. Jujur, aku kadang merasakan hal itu. Sampai-sampai, aku juga jarang menceritakan masalahku sendiri pada orang terdekat sekalipun. Aku lebih memilih untuk memendamnya dan akhirnya jadi sakit hati sendirian. Aku sempat mengalami ketakutan meluapkan masalahku, karena takut privasiku diumbar ke orang banyak dan aku dibuatnya malu. Tak jarang juga aku terlanjur bercerita pada seseorang, namun aku tidak mendapatkan solusi dari masalahku. 

Diantara banyak teman yang kita punya, pasti hampir semuanya ingin tahu tentang masalah yang sedang menimpa kita, ada juga yang apatis. Dan dari mereka yang ingin tahu, hanya sedikit yang bisa memberikan solusi atau jalan keluar. Sisanya, bisa dipastikan akan berlalu setelah tahu masalah apa yang sedang kita hadapi, dan berpura-pura simpati di awal saja.

Lalu, harus curhat kepada siapa?

Kriteria pendengar yang baik, adalah mereka yang terdekat. Jadi, hilangkan gengsi untuk bercerita pada kedua orang tua. Well, aku tahu itu tidak semudah meluapkan cerita pada teman-teman sebaya kita. Pasti akan ada komentar yang diberikan orang tua tentang masalah yang sedang kita hadapi. Tapi, keuntungannya adalah, rahasiamu akan aman. Meski kemungkinan besar di akhir sesi curhatmu orang tua akan memberikan pantangan-pantangan yang berkaitan dengan masalahmu. Misalnya, "Ya sudah, tidak usah lagi berteman dengan si A." "Kalau begitu, kamu jangan pernah pergi ke sana lagi" "Jangan dekati dia lagi" dan pantangan lain.

Saudara kandung bisa jadi alternatif lain bila gengsimu sudah tak tertolong. Dijamin, lebih seru. Jujur saja, karen aku anak tertua, aku lebih sering curhat pada kakak sepupu.

Sahabat juga bisa menjadi tempat mencurahkan isi hati. Namun kewaspadaan harus tetap ada. Karena kemungkinan sahabatmu juga pasti akan cerita ke oran tua mereka soal masalah yang kamu hadapi. Dan yang tadinya tidak boleh diceritakan pada orangtuamu akan ketahuan, akibat orangtuanya juga dekat dengan orangtuamu. Well, this happened to me.

Diary, adalah cara aman apabila perasaanmu sudah terlalu susah untuk diluapkan pada orang terdekat. Inilah hal yang sering aku lakukan. Why? Because I have trust issues, even I can't 100% on my bestfriend.

Tapi satu hal yang paling penting, keterbukaan itu perlu. Meski tidak selalu. Tapi, setidaknya kamu harus punya satu atau dua orang yang selalu bisa mendengarkan keluh kesahmu. Because everybody needs a good listerner for every problem in their life. So, choose your listerner wisely.



With love,
Zhaza Afililla







Senin, 23 September 2013

18


Ya, 21 September kemarin aku genap berusia 18 tahun. Senang? Justru aku sedih, karena tanpa terasa sebentar lagi, aku akan beranjak dewasa. Kata Mama, seseorang dikatakan sebagai 'anak' mulai dari usia 0 sampai dengan 18 tahun. Jadi, aku masih anak-anak. Sebenarnya, aku tidak rela meninggalkan masa-masa indah remaja dan menghadapi kerasnya dunia. Tapi, bagaimana lagi, jatah hidupku di dunia sudah berkurang satu tahun sekarang. Itulah kenapa aku sedih.

Hal lain yang aku pikirkan di ulang tahunku kali ini, adalah apa yang sudah kulakukan untuk dunia selama 18 tahun ini. Ya, aku merasa harus melakukan sesuatu yang berarti untuk bumi. Namun sampai sekarang, aku seperti merasa belum pernah melakukan suatu hal berarti. Bumi ini telah memberiku ruang untuk hidup, tapi aku belum melakukan hal banyak untuknya. Tidak hanya untuk bumi ini, tetapi juga seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Semoga Tuhan masih memberikan kemurahanNya yang begitu luar biasa itu dan memberikan waktu untukku lebih banyak lagi hidup di dunia ini. Agar aku dapat melakukan hal-hal berarti untuk bumi ini dan isinya. Aamiin.

Bicara soal ulang tahunku di tahun ini, tidak terlalu spesial. Tapi, ada makna tersendiri di sana. Jadi, menurutku ulang tahun kini sudah tidak penting lagi untuk dirayakan dengan hura-hura atau sekedar mentraktir teman sepermainan dan bersenang-senang. Ulang tahun lebih kepada bersyukur dan berdoa karena masih diberi kesempatan untuk hidup satu tahun lagi oleh Tuhan. Ulang tahun menurutku juga tergantung bagaimana kita memaknainya, memaknai arti pertambahan usia itu sendiri. Supaya kita menjadi lebih bijaksana dalam memanfaatkan usia kita yang semakin sedikit.

Oh ya, aku ingin mengucapkan terima kasih pada seorang teman yang telah memberiku hadiah. Aku sangat bersyukur sekali karena kamu telah berbaik hati meski kita belum kenal lama. Sebenarnya aku sungguh tidak ingin hadiah berbentuk benda. Karena bagiku, hadiah terbaik adalah doa. Tapi tidak jadi masalah, karena kebetulan aku sedang membutuhkannya. Terima kasih teman, sungguh itu sangat bermanfaat.

Terima kasih juga untuk saudara-saudaraku, teman-teman kuliah, teman SMP, teman SMA yang sudah mengucapkan dan mengirimkan doanya untukku. Itu semua sungguh berarti. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Aamiin. Aku sayang kalian, rek! Terima kasih sudah ingat dan menyempatkan waktu untuk sekedar mention di twitter, di facebook, atau via SMS.












Terima kasih yang paling aku ingin ucapkan adalah untuk Mama dan Papa. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua untuk 18 tahun yang begitu hebat ini. Untuk setiap detik yang mereka luangkan untukku hingga detik ini. Mereka adalah dua orang super hebat yang takkan pernah tergantikan. Mereka adalah penyemangat dan dua orang tangguh yang sudah berhasil membawaku ke dunia ini hingga aku menginjak usia 18. Terima kasih Ma, Pa, untuk tahun-tahun indah yang selalu penuh pelajaran dan kenangan. Zhaza tidak akan pernah melupakannya.

Kamis, 11 Juli 2013

Sabtu, 09 Februari 2013

Yearbook!


Nggak terasa sebentar lagi aku udah lulus SMA :') Dua tahun itu singkat banget, dan di saat-saat terakhir gini justru serasa makin deket dan kompak sama anak-anak Pioneers - The Epic Generation of Acceleration Class. Anyway, kita bertujuh, baru aja foto buat project yearbook loh hehehe. Nggak biasanya anak-anak 'freak' kayak kita ini action di depan kamera. Bisa dibilang langka(?). Konsep Pioneers sama kelas lain agak beda. Kita lebih simple, dan mengusung tema 'Escape' semacam bolos gitu. Ini masih teaser doang sih, dari fotografernya. So here we go! Pioneers in action! :)


From left to the right : Pampi, Fara, Kaka, & Tata

From left to the right : Kevin, Me :), Ressi


Trip to Mt. Bromo


Liburan yang lalu, tepatnya tanggal 23 Desember, aku dan keluarga berlibur ke Gunung Bromo. Kita berlima, berangkat dari Banyuwangi sekitar jam 10.00 WIB. Kebetulan, papaku sudah buat janji dengan teman kantornya. Jadi, kita ketemu di daerah Leces, Probolinggo. Perjalanannya seru dan lumayan menengangkan, saat kita mau memasuki tempat wisatanya. Kita harus naik turun bukit gitu. Kocaknya, selama perjalanan menjelang sampai di Bromonya, mama dan adikku yang paling kecil ketakutan. Emang ngeri, sih jalanannya. Saat itu kita mengendarai mobil Avanza, agak mengkhawatirkan, memang pas mau naiknya. Kayaknya sih tracknya emang buat mobil yang 4x4 itu, alias Jeep dan sebangsanya.

Malam itu juga, kita nginep di homestay, milik orang yang tinggal di kawasan Gunung Bromo juga, pastinya. Karena emang waktu itu lagi kehabisan hotel. Tips untuk kamu yang mau berlibur ke Gunung Bromo, sebaiknya booking hotel dari jauh-jauh hari. Kalau perlu, satu bulan sebelumnya. Karena, kalau kehabisan, ya nasib akan berakhir sama seperti aku, harus tidur di homestay. Meski homestaynya nggak jelek-jelek amat, at least kita udah prepare lah ya, kalau mau ke sana.

Nah, besoknya, tanggal 24 Desember dini hari, sekitar jam 3 kita semua dibangunin. Ada dua pilihan, bisa ikut yang jam 3 atau setengah 5. Kalau yang setengah 5 pagi, itu udah ketinggalan sunrise. So, I suggest you to choose 3 AM. Oh iya, sebelumnya, kalau kita tertarik untuk lihat sunrise dan keindahan Gunung Bromo di pagi hari, kita harus cari kendaraan buat ke sana. Kita harus nyewa mobil Jeep. Kalau nggak salah sih waktu itu sekitar Rp 350.000 untuk satu mobil yang muat 5-6 orang. Dan itu nggak cuma kita naiki untuk lihat sunrise aja, nantinya kita juga bakal naik mobil yang sama untuk ke Taman Nasional. Back to the story yeee. Hehehehe.

Jadi, setelah dibangunkan, kita harus sudah menyiapkan persenjataan sebelum berangkat. Tips jangan lupa bawa sarung tangan, jaket, dan topi yang bisa nutupin telinga (kalau aku menyebutnya beanie). Itu semua pokoknya jangan sampai lupa deh. Kalau mau naik untuk melihat pemandangan sunrise, juga jangan lupa pake sepatu. Medannya berat. Nggak lucu kan kalau misalnya kamu pakai sandal jepit terus putus ditengah jalan? 

Setelah 10 menit naik Jeep, kita diturunin di jalan menuju titik untuk menyaksikan sunrisenya. Jadi kita harus jalan sendiri waktu itu. Tips lagi buat yang berjiwa petualang tapi ngirit budget, kalau pas naik menuju tempat untuk menyaksikan sunrise, jangan mau ditawarin untuk naik kuda sama orang-orang di sana. Harganya nyekik bro! Jangan percaya juga kalau bapak-bapaknya pada bilang "Jaraknya 2,5 km lagi,". Itu nggak sejauh itu kok. Buktinya aku kuat *asik*

Usai menempuh medan yang lumayan, aku sudah disambut oleh pemandangan indah dari Gunung Bromo dan Gunung Bathok. Subhanallah, kuasa Allah memang tiada tandingannya. Dijamin 100% deh kalau kalian ke sana, bakalan terpana!

Selesai nonton sunrise dan berfoto ria, aku dan rombongan langsung capcusss ke Taman Nasional. Kita naik Jeep lagi. Selama perjalanan, kita disuguhi pemandangan pasir bekas erupsi dari Gunung Bromo yang belum lama meletus. Serasa off road di padang pasir! Nah, kalau di Taman Nasional ini aku baru mau disuruh naik kuda. Soalnya udah capek-_- Hahahaha. Diantara semua rombongan, cuma aku yang naik kuda. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 100.000 kita sudah bisa memanjakan kaki. Itupun kudanya tetep, bapak-bapak yang jagain kudanya juga baik, setia. Waktu itu aku nggak ditinggalin. Hahahahaha.

Sebelum melihat kawah, kita harus menaiki anak tangga. Sekitar 240 anak tangga yang menanti. Perlu tenaga emang, kalau wisatanya ke tempat-tempat sejenis Gunung Bromo dan Candi Borobudur. Tadinya sudah naik anak tangga waktu mau nonton sunrise sekarang naik tangga lagi-_- Waktu itu, aku menaiki tangga sendirian. Bener-bener sendirian. Soalnya semua rombongan masih jalan kaki, aku udah naik kuda duluan. Jadilah aku naik tangga kayak anak hilang.

Kocaknya, begitu sampai di atas, aku lihat orang-orang pada foto di deket kawah, aku udah gaya-gayaan bawa kamera tapi bingung siapa yang motoin-_- Makanya, kalau udah gini, pas kalian ke sana, jangan sampai jalan sendirian. Nah, untungnya ada mas-mas yang berdiri di deket aku. Insting sih mengatakan kalau dia itu fotografer. Terus aku tepuk deh pundaknya mas-mas ini. "Mas, bisa minta tolong fotoin?" tanyaku. Terus bukannya dia yang ngejawab, tapi malah temen-temennya. "Wah, Mbak, nggak salah pilih! Dia ini fotografer..." Insting aku bener :D Bagaikan menemukan harta yang hilang(?) rasanya mau lompat. Apa jadinya kalau aku ketemu orang yang salah dan gabisa megang kamera? Jadilah aku difotoin sama mas ini... Unyunya, mas ini malah senyam-senyum nggak jelas. Pas udah foto, temen-temennya bilang, "Mbak, hadiahnya nomor telepon..." "........" Hening. Terus langsung aja deh aku bilang makasih, dan ngacir nahan malu. 

Sayang aja, pas lihat sunrise dan lihat pemandangan kawah, mama sama papa nggak ikut. Karena jagain adikku yang paling kecil. Tapi nggak papa deh, semuanya udah terbayar kok dengan liburan ini. Karena emang jarang-jarang bisa liburan jauh lengkap sekeluarga. Siangnya, kita langsung balik ke Banyuwangi. Sebenernya mau mampir ke Songa Adventure. Tempat wisata yang menyuguhkan sensasi rafting gitu deh. Tapi karena hujan, jadi batal deh kesana.

That's all ceritanya hehehehe buat yang belum ke Gunung Bromo, you better go there! IT'S NICE AND YOU WON'T REGRET IT! TRUST ME!

So here we go... Some pics from Mt. Bromo :)

























With love Zhaza

Rabu, 26 Desember 2012

Prepare to Say Goodbye


Sebentar lagi 2012 akan segera berakhir. Di setiap menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang selalu membuat resolusi untuk tahun depan. Well, aku sudah mencoba membuat resolusi tahun lalu untuk tahun 2012. Hasilnya? Hahahahaha lebih banyak gak ngaruhnya-_- jadi malu sama diri sendiri. Itulah kenapa tahun ini aku nggak berniat sama sekali untuk bikin resolusi yang muluk-muluk. Apa resolusiku? Hmmm...

Yang aku ceritakan yang nggak terlalu personal aja ya. Yah, mungkin aku bakalan mencoba lebih rajin untuk mengisi blog ini. Hehehehe selain itu aku mungkin akan berusaha untuk rajin menulis diary. Karena belakangan aku pikir diary itu juga memiliki andil yang penting dalam hidup kita (menurutku, sih).  Aku juga akan berusaha sekuat tenaga untuk lebih rajin belajar, karena sebentar lagi aku bakalan dihadapkan dengan UN dan ujian masuk perguruan tinggi (Do'akan, ya ^^).

Resolusi lain apalagi, ya? Mungkin aku bakalan mencoba untuk lebih rajin menabung. Yep, yang kenal aku pasti udah tahu aku bakalan menabung buat apa hehehe. Bener banget, konser Believe Tour Justin. Itu salah satu motivasiku buat nabung. Meski juga ada motif lain, yaitu beli lensa kamera SLR yang segede pipa paralon, atau yah... Ya nggak segede itu juga, pokoknya yang bisa lebih bagus hasil gambarnya dari lensa yang lama.

Itu aja deh kayaknya resolusiku yang aku ceritakan. Masalahnya, lainnya belum ingat lagi-_- wahahahaha. Nanti aja ya nggak? Sambil jalan melalui tahun 2013 nanti.

Do'akan semua rencanaku itu terpenuhi ya. Apa resolusimu? Pastikan kamu bisa memenuhinya dan jangan terlalu muluk-muluk hehehe. Saran aja, sih. Karena kalau terlalu muluk-muluk biasanya males untuk melakukan perubahan itu.

So, mari menyambut tahun 2013 dengan persiapan yang baik yuk~

With love, Zhaza.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Kekuatan "Man Jadda Wajada"


Sudah lama ya, aku nggak mengisi blog ini. It's been a long time, loh dari bulan Agustus. Hahahaha. Nggak tahunya, sekarang hampir November aja. Banyak hal yang terjadi selama aku nggak ngepost apapun di sini.
Anyway, Selamat Hari Raya Idul Adha, ya bagi seluruh umat Muslim di dunia. Hehehe.

Zhaza baru aja dapet inspirasi nih. Apa, hayo? Mungkin sebagian pernah dengar tentang film "Negeri 5 Menara" kan? Yup. Siapa sih yang nggak tahu tentang film yang terkenal dengan motto Man Jadda Wajada-nya ini? Kemarin, tepatnya tanggal 26 Oktober 2012, aku baru saja nonton pemutaran perdana film "Negeri 5 Menara" itu di SCTV. Karena memang di Banyuwangi nggak ada bioskop, jadilah aku nunggu ditayangkan di TV hehehe. Sudah lama aku tunggu-tunggu film itu, karena penasaran. Habisnya beberapa tokoh negeri ini, sepert mantan Presiden RI, Pak Habibie, pembawa acara terkenal, Farhan, dan Andy F. Noya rata-rata semuanya berpendapat kalau filmnya itu bagus dan layak untuk ditonton, karena mengandung pesan yang mendidik. Aku selalu tertarik dengan film yang seperti itu. Apalagi, ini ada unsur islaminya, jadi semakin pingin untuk nonton. Untungnya aja di TV segera ditayangkan. Well, agak telat sih ya karena film ini tayang di bioskop sekitar bulan Maret 2012. Telat banget, malah, kan? Udah berapa bulan nih? Hahaha tapi nggak apa-apa, dong. Kan yang penting nonton.

Pesan yang paling membuat hatiku merasa tergerak, adalah pada saat adegan dimana Dony Alamsyah yang memerankan tokoh Ustadz Salman muncul dengan golok atau mungkin lebih pantas disebut pedang, kali ya dan sebatang kayu. Nah, saat itu, Kak Dony yang karismatik itu memukulkan pedangnya berkali ke kayu yang dibawanya itu. Cukup lama. Sampai akhirnya, batang kayu yang sebelumnya panjang tadi terbagi menjadi dua. Setelah itu, Kak Dony a.k.a Ustadz Salman ini bilang, "Bukan yang tajam, tapi yang bersunggu-sungguh," Entah bagaimana pendapat kalian yang sudah nonton, tapi yang jelas bagi aku kata-katanya itu dalem. Terus, dia berseru, "Man jadda wajada" berkali-kali, hingga diikuti seluruh santri yang saat itu berada dalam kelas.

Arti "Man Jadda Wajada" sendiri, adalah siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil. Dalam hal apapun, di kehidupan kita, jika kita selalu bersungguh-sungguh dan fokus pada satu titik, kita pasti akan berhasil. Well, tentu saja berusahanya dalam hal kebaikan, bukan hal-hal aneh atau yang tidak terpuji.
Eits, jangan salah tangkap dulu. Tidak hanya berusaha saja yang musti kita lakukan. Tetapi juga berdo'a kepada Allah, agar apa yang kita inginkan dapat tercapai dan selalu diberi kemudahan olehNya. Setidaknya, itulah pesan yang aku dapat setelah nonton film yang diadaptasi dari novel yang terinspirasi kisah nyata, karangan A Fuadi.
Bagi yang belum sempat nonton, buruan sewa DVD/CD nya deh. Keren, dan gak bakalan nyesel karena udah nonton. Pesan-pesannya itu ngena banget, loh.

TRAILER NEGERI 5 MENARA


Selain trailer, layaknya film lain, Negeri 5 Menara ini pasti juga punya Original Soundtrack dong... Tahu nggak, siapa yang nyanyi? Yovie And Nuno! Dulu, zaman SD aku suka banget sama Yovie And Nuno. Hehehe curhat sedikit ya.

Original Soundtrack Negeri 5 Menara : Yovie And Nuno - Man Jadda Wajada

Setelah menonton film ini, nggak bakalan nyesel, deh. Justru akan nyesel kalau belum nonton. Ketimbang nonton film horor yang nggak jelas dan semakin aneh judulnya, mending tonton aja "Negeri 5 Menara". Nggak akan sia-sia, karena kita juga akan dapat ilmunya.


With love, Zhaza.

Jumat, 20 April 2012

Iseng Mention!


Hehehehehe hai semuaaa udah lamaaaaaaa sekali aku nggak ngepost ya. *salamin satu-satu* *cium tangan* *kecup basah* -_-v ohohoke gak pake kecup juga sih, ya.
Ehm. Mau berbagi cerita bahagia nih. Hehehe. Tau, apa? Bukan, bukan difollowback Justin. Belum, kok. Do'akan saja suatu saat ya. Keep Never Say Never! \m/

Jadi, ceritanya gini...
Pada suatu malam... *musik seram diputar* Pada suatu malam, saat aku nggak bisa tidur, eh The Script online!
The Script siapa? The Script itu band coba deh, gue rekomendasikan buat yang hobinya galau, download aja lagunya yang judulnya "The Man Who Can't Be Moved". Nama The Script emang bagi aku udah nggak begitu asing, soalnya waktu aku masih pake Blacberry, temen di kontak bbmku, ada yang sering muter lagu itu, dan keluar di Recent Updates gue, jadilah gue tau itu lagunya.

Pada awalnya, gue nggak tertarik ngedengerin atau download lagunya, tapi setelah melihat sekaligus mendengarkan penampilan Arief 'Poconggg' di Youtube, gue langsung suka.

Jadi lah malam itu gue mention account The Script. Dan... Hasilnya adalah, gue nggak bisa tidur, gara-gara direply sama salah satu personilnya, namanya Glen!

MUAHAHAHAHAHAHA Pamer sedikit gak apa-apa kan ya? B) Yah, seenggaknya nggak terlalu sedih dan galau-galau amat gara-gara belum difollowback sama Justin Bieber, pacar gelap gue. Jadi yah.... Udah, ah. Udah speechless-_-


Bubye!
With love, Zhazaxo

Jumat, 09 Maret 2012

Sahabat?




Sahabat. Satu kata, sejuta arti. Tujuh huruf, dengan beribu rangkaian makna. Itulah sahabat. 

Sahabat, orang yang akan tahu masalah kita, sebelum air mata kita jatuh.
Sahabat, yang ngerti gimana caranya nyelesain masalah kita.
Sahabat, yang selalu punya jurus-jurus jitu ketika mengatasi masalah.
Sahabat, emang nggak selalu nyenengin dan kadang justru nusuk dari belakang.
Sahabat, nggak selamanya juga akan terus mendukung keputusan kita.

Awalnya, aku salah mengartikan tentang sahabat, aku pikir sahabat itu bisa dicari, dengan cara menyeleksi orang-orang atau teman terdekat kita. Tapi, seseorang yang belum lama aku kenal dan bahkan dia belum pernah aku temui,  namanya Ryzka. Dia mengajarkanku, kalau sebenernya yang namanya sahabat itu nggak perlu dicari. Karena pasti nanti dia akan datang dengan sendirinya. Dia juga bilang, kalau terkadang orang yang kita anggap sebagai teman biasa, justru lebih care daripada orang yang kita beri kepercayaan lebih.

That's it. Awalnya, aku memutuskan untuk mencari siapa sahabat yang tepat buatku, yang mampu mendengar semua keluh kesah dan ceritaku. Tapi, sekarang nggak lagi. Karena aku yakin, kalau sahabat yang sebenernya bakalan datang dengan sendirinya.

Kamis, 08 Maret 2012

Harapan


Pelajaran pertama, yang aku dapatkan sebelum bikin postingan ini adalah, jangan terlalu banyak berharap.

Berharap mungkin sah bagi semua orang. Terutama bagi mereka yang punya mimpi atau keinginan. Tapi, satu hal yang perlu diingat, jangan terlalu banyak berharap. Soal harap berharap, aku sering menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Bisa dibilang, sering banget. Walau sebenarnya aku bukan tipikal orang yang hobi berharap dan kemudian menangis hanya karena diberi harapan palsu.

Harapan kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan yang kita terima.
Contoh :

  1. Kita berharap ingin dekat dengan orang yang kita sayang, tapi nggak bisa-bisa.
  2. Kita berharap seseorang yang kita sukai juga memiliki perasaan yang sama terhadap kita, tapi sayangnya dia udah ada yang punya.
  3. Waktu kita sudah belajar, belajar, dan belajar, nyatanya Tuhan berkehendak lain, jadilah kita ikut remidial massal.
  4. Berharap bisa jadi yang terbaik, tapi belum juga bisa memberikan yang terbaik .
Mungkin itu adalah salah empat dari harapan-harapan orang kebanyakan yang belumbisa terwujudkan sejauh ini. Bagaimanakah dengan harapan kamu? Sudahkah itu terwujudkan?

Overall, \sebenarnya cuma kita harus siap menghadapi kenyataannya nanti. Jangan justru membuat asumsi-asumsi negatif dan ketakutan akan tidak terwujudnya harapan kita. Apapun yang kita harapkan sebenarnya sah-sah saja. Kita boleh berharap. Asalkan pada saat kenyataan harus kita terima, entah itu kenyataan baik atau buruk, kita harus siap. Bukannya mengeluh dan berhenti mencoba. Bukannya menyerah dan goyah.

Harapan adalah awal dari mimpi, dan mimpi adalah puncak dari usaha. Jadi, jangan berharap banyak, jika tidak ada usaha maksimal.


Thanks for someone who makes me feel so inspired to write this. You need to know that you're the reason why I write this one and I really really hope that you'd read this. :)

I love you, guise!
Zhaza xoxo


Kamis, 01 Maret 2012

Justin's 18 Birthday


"Before I knew about Justin, I didn't know it was possible to fall in love with somebody you've never me before." And that's just happened to me.

He's officially 18 now. Ikr, everybody grows up. So do Justin. I admit that I miss the old him. Justin Bieber with his grey hoodie, singing One Time. I bet you know that song, although you're not Belieber.
So, in this moment - the most emotional moment, since I being a Belieber, I've made a birthday video for Justin. I hope he watch my video. There's always one in a billion chance to get notice by Justin. So, Never Say Never.
I'd be so happy if you watch this video.

With love, Zhaza.

Minggu, 01 Januari 2012

Merry New Year!


HAPPY NEW YEAR!!!

Well, nggak muluk-muluk sih, untuk tahun 2012 ini, aku cuma berharap, dunia semakin damai. Nggak ada lagi keributan dan korupsi dimana-mana. Satu yang paling penting, tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi di tahun 2012, dan semua orang saling menyayangi tanpa memandang status sosial, status facebook dan status hubungan. Mmmmm... Satu point yang tidak boleh dilupakan dari harpanku ini, adalah semoga semua harapanku, harapanmu, dan harapan seluruh umat manusia bisa terkabul. AMIN!

HAPPY NEW YEAR!!! WISH YOU HAVE A BETTER LIFE IN 2012!!! WOOHOO!!!


Minggu, 11 Desember 2011

Cerita di bangku kelas 2 SD


We were 'bout young when I first saw you...
I close my eyes and the flashback start....................................


Semua yang udah lulus Sekolah Dasar (SD), pasti kangen sama masa-masa SD. Masa-masa paling kocak kalo menurutku. Kenapa? Ya karena anak SD itu masih polos-polosnya, pas aku SD, sih. Gak tahu deh ya, anak SD zaman sekarang, udah tau yang namanya "pacaran". As you see, sekarang aja, nih anak-anak SD yang cewek-cewek udah pada centil. Kalo dulu sih........... Hm... Jangan ditanya. Aku dulu, main lompat tali, petak umpet, sama bajul-bajulan alias buaya-buayaan. Beh... Kalo dibandingin anak SD sekarang... Mainannya udah Angry Birds man... Udah punya Blackberry sendiri, iPhone, sampai iPad. Gue masih inget banget, waktu belajar komputer waktu SD aja pas kelas 5, itu aja harus ikut les di sekolah dulu (walau di rumah sudah ada komputer Papa). Anak SD sekarang aja udah pada punya Facebook, sama Instagram sendiri. Ckckck. Miris ya anak-anak sekarang.

Ngomongin masa SD, aku punya cerita nih, tentang zamanku dulu, nih.
Pas zaman aku masih kelas 2 SD, nih coy... Masih minyi-minyi, tuh. Masih imut. Hahahaha. Pada masa itu, rambut gue masih keriting unyu kuncir dua. Pinter-pinternya, tuh. Eits. Bukan pinter bohong, Bro. Sorry aja. Dulu, aku bisa dibilang anak yang.... Ehem. Cukup pintar, dan agak pendiam di kelas. Gak begitu banyak tingkah. Sekarang? Jangan ditanya. Aku gendut sekarang -_- eh, gak nyambung ya? HAHAHA

Back to the story.......
Pas kelas 2 itu, wali kelasku namanya Bu Ninik. Orangnya cantik, baik banget kayak Bidadari yang ngerawat Marshanda. Kalo ketemu, suka cubit-cubit pipi. Sampai terakhir aku bersilaturahmi ke SD pas kelas 3 SMP kemarin, beliau masih aja cubit-cubit pipi. :') Orangnya juga suka ngingetin buat minum susu, biar putih katanya (ini nggak tahu juga ya, nyambungnya dari mana). Nah, Bu Ninik yang cantik ini, setiap kita semua lagi koreksi ulangan, selalu mengharuskan anak-anak buat nulis nama korektor di lembar jawaban temennya (aku rasa semua guru sampai sekarang begini).

Waktu itu, aku lupa pegang punya siapa, yang jelas, udah aku tulis namaku, sebagai korektor di lembar jawabannya temen yang kukoreksi.

Tapi..................... Jeng jeng jenggg... *zoom in mukaku* *zoom in muka Bu Ninik*
Tiba-tiba, Bu Ninik manggil aku, dong. Aku waktu itu berusaha tetep tenang, dan berusaha buat tetep kece di depan Bu Ninik yang cantik menik-menik ini.

Kemudian..............
Bu Ninik bilang, kalo aku mengoreksi punya Beta asal-asalan. Jadi di lembar jawaban si Beta yang seharusnya aku benerin, malah kusalahin. Sampai-sampai, nilai ulangan Beta jadi jelek. Padahal, aku yakin. YAKIN BANGET 1000% kalo aku bukan korektor lembar jawaban Beta. Bu Ninik bilang dengan pedenya, kalo korektornya itu aku. Tertulis dengan jelas di kertas jawabannya si Beta. Itu JLEB MOMEN, dipanggil ke depan kelas, di depan temen-temen, lagi. Ini beda sama kejadian di kelas 4 dimana aku tidak mengerjakan PR tapi bohong, dan ngaku ngerjain ke Bu Cicik selaku guru Matematika dan IPA kelas 4. Kalau pas itu, memang aku yang salah.

Tapi, disini aku ditanyain lagi.
Bu Ninik tanya, apa nama aku itu bener Sasa? SA-SA. Aku jawab iya aja, sih. Habisnya, temen-temen udah kebiasaan manggil aku kayak gitu. Tapi, aku jelasin dong, cara nulisnya, kalau yang bener itu Z H A Z A. Setelah dikroscek lagi, tulisan si korektor yang ngaku-ngaku aku itu, pake huruf S, bukan Z. Seneng dong, memang bukan aku pelakunya. Berarti, terbukti aku gak salah. Aku sempet dengar, Bu Ninik minta anak-anak buat jujur, siapa yang tega ngefitnah aku. Gila aja man baru kelas 2 SD, udah nusuk temen sendiri dari belakang.

Beberapa hari kemudian, Bu Ninik bilang ke anak-anak, kalo pelakunya ketemu. Ternyata, itu Tegar. Temen cowokku, yang rumahnya masih satu perumahan sama aku. Dia sengaja nulis namaku sebagai korektor jawabannya si Beta, supaya aku dihukum. Anjir, nih anak emang ngajak berantem banget. Hahaha

Dan...................... Walaupun dia udah minta maaf, sampai sekarang pun aku nggak tau apa motif dia ngelakuin itu ke gue selain mau bikin aku dihukum. Yah... Ngefans kali? HAHAHAHA

Sorry ya, buat Tegar. Kalo kamu baca ini, kamu boleh banget marah kok. Tapi sayangnya, bohongnya kamu itu kurang canggih. HAHAHAHAHAHA




Jumat, 09 Desember 2011

Tentang Kegagalan


"Kegagalan akan membuatmu merasa harus menjadi lebih baik dari sebelumnya"
"Kegagalan bukanlah suatu momok yang menakutkan, ia bukanlah hal yang menjadi penghalang bagimu untuk terus maju."
"Kegagalan tidak perlu ditakuti, karena kegagalan itu wajar."
"Kegagalan bukanlah akhir dari perjalananmu, langkahmu masih panjang." 
"Kegagalan bukanlah penghancur masa depanmu."
"Kegagalan bukan hal buruk, kegagalan merupakan salah satu jalan yang harus kamu tempuh jika ingin lebih maju." 
"Kegagalanmu, adalah semangatmu."
"Kegagalan yang kamu alami, tak perlu kamu pikirkan terus menerus. Kamu hanya perlu berpikir bagaimana caranya agar ia tidak datang lagi padamu untuk kedua kalinya."






Gak tau deh kenapa bisa nulis beginian ditengah banyaknya tugas. Hahaha FYI, kata-kata itu semua terlintas dipikiran aku begitu saja. Well, fellas... No more melow, say no to GAGAL! Keep trying! And do your best!



Zha-recklss xoxo