Rabu, 08 Juli 2015

Dengan Menyebut Nama Allah


Serahkanlah hidup dan matimu.
Serahkan, pada Allah semata.
Serahkan, duka gembiramu.
Agar damai senantiasa hatimu.

Penggalan lirik lagu itu terus menggema di pikiranku. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dikatakan di sana adalah benar. Bahwa apapun, akan selalu bermuara padaNya. Segala keputusan, perbuatan, harapan, pencapaian, kesedihan, semua berasal dariNya.

Liriknya dalam. Aku bahkan baru menyadari itu. Bulan ini bulan baik, memang. Bahkan aku begitu tak menduga akan cepat bertemu bulan penuh rahmat ini, dan masih diberi kesempatan untuk mengalaminya. Mungkin aku bukan yang terbaik dalam menjalani bulan ini. Aku cukup sadar akan hal itu. Aku masih sangat kurang bila dibanding jutaan umat diluar sana. Ya, aku bahkan masih merasa jauh dari kata baik. Tapi aku percaya Allah Maha Tahu. Lagi-lagi, serahkan saja semua padanya. Tak perlu mengumbar kesedihan, kegembiraan dengan menulis status (ini peringatan untuk diriku sendiri). Cukup padaNya. Entahlah, I don't even know why I'm writing this. That song just keep playing in my head for the past few days. I just feel like I need to write something about it.

Banyuwangi, 8 Juli 2015. 23.03

Jumat, 19 Juni 2015

Veterinary Integrity and Skill Improvement


HALLO!!! It's been a long time since my last post on this blog... Posting terakhirku waktu menjelang liburan semester 3, (sebelum aku post keabsurdanku di kereta kemarin) dan sekarang aku sudah menemui minggu tenang ke-empat. Time flies so fast! Aku juga sulit percaya akan itu. Nggak nyangka, rasanya baru kemarin aku mengisi KRS untuk semester 4. Hahahaha.

Bicara soal semester 4... banyak sekali cerita dan pelajaran yang terukir di semester genap kali ini. Kalau mau disebutkan satu-persatu, aku belum tentu sanggup. Aku hanya ingin menceritakan satu bagian favorit dari kegiatan non-akademisku di kampus. Tentang VISI (Veterinary Integrity and Skill Improvement). Dari sebelum masuk semester 4, aku sudah mendapat amanah yang menurutku begitu... "berat" dan banyak suka duka (setelah kujalani dan kurasakan).

Jujur saja, aku ingin berada di posisi itu sejak dulu. Tapi, aku sempat lupa, hingga aku benar-benar diamanahi untuk menjadi Direktur (sebutan kerennya Ketua Pelaksana) acara VISI 5. Suatu hal yang cukup membanggakan menurutku bisa menjadi bagian dari konseptor VISI 5. Nggak menyangka juga, dulunya posisiku setahun yang lalu hanya sebagai siswa. Tapi kemarin, selama hampir 3 bulan aku menjadi penanggung jawab VISI 5 yang diselenggarakan oleh IMAKAHI mewakili Bidang Kaderisasi.

Awalnya, aku takut apa yang akan kami susun untuk adik-adik tingkat kami tidak sesuai yang kami harapkan. Rapat hingga larut malam, bergelut dengan susunan acara, hingga cari transportasi di saat long weekend. Semua itu demi VISI 5. Banyak sekali yang sudah aku dapatkan dari kegiatan ini sebagai salah satu konseptor. Selain ilmu, koneksi baru, hingga keluarga baru.
Tanpa orang-orang di sekitarku, tentunya acara ini bukanlah apa-apa. Berkat mereka, teman-teman Pengurus Cabang IMAKAHI Unair, Demisioner, serta para Alumni IMAKAHI, juga adik-adik VISI 5 tentunya acara ini tidak akan pernah ada.

Nama-nama yang selalu mendukung selama jalannya acara ada Mas Dika (Ketua PC IMAKAHI Unair), Sancaka ( Abi a.k.a Wakil Ketua PC IMAKAHI Unair), Fadia (Umi a.k.a Kepala Bidang Kaderisasi), Nirma (Staff Kadersasi selaku penanggung jawab), Faza (Staff Kaderisasi PC IMAKAHI Unair paling wonderful!), Putra, Lisa (Bendahara I yang luar biasa), Maria, Ina, Clarissa, Atlan (Koor Akademik tahan banting), Lia (Mother of PZK PC IMAKAHI Unair), Andi & Ando (Paket Upin & Ipin yang unseparable), Kimalimsy (Koor Sponsor & Danus yang kumisnya unyu), Rio, Habib (Acara Forever), Badiq, Tika (Koor Publikasi & Dokumentasi ter-zzzsuper!), Ndong (Mas Bayu a.k.a Leader Infokom PC IMAKAHI Unair), Mia (Koor Humas paling zzzstrong), Yunita (Koor Konsumsi yang zzzsuabar!), Wihdah, Azhar (Koor Perlengkapan & Logistik a.k.a the most unseen person but i thanked God he's exist whoops), Bintang (Koornya Upin & Ipin, Transport) dan semua yang menjadi bagian dari VISI 5 yang namanya for God's sake banyak banget. Nggak bisa disebut satu-satu. But I'm so thankful for having you guys on the team which we called "Tim ZZZSSSUANGAR". WELL, we are anyway.

Nggak lupa juga ada Dek Kentari yang selalu standby everything time I need to catch up with her and talk about the class in VISI 5. Thanks for being such a superb leader for your lovely friends! You're the real MVP, Ken! I'm sorry if I keep annoyed you or interrupted your happy life by sending endless shitty-chats on your phone lol. Aku harap, dengan selesainya VISI 5 tidak menghentikan langkahmu untuk terus meninggalkan jejak-jejak kebaikan. Nggak hanya Kenta tapi semuanya.
Menurutku semua siswa-siswi VISI 5 lainnya yang bertahan hingga akhir, semuanya sudah luar biasa. Sampai acara World Veterinary Day pun kalian juga sudah sangat membanggakan. I couldn't be more thankful for having you guys here.

Dengan berakhirnya VISI 5, jujur saja aku cukup sedih. Bahkan malam dimana aku sampai di kost setelah outbond, aku sempat menangis sampai sesak napas. Jarang sih, seorang Zhaza nangis sampai kayak gitu. Ngerasa lonely abis pas nyadar nangisnya sendirian. Hahaha. Iya, sempat ada perasaan sedih. Karena nggak terasa. Semua yang sudah disusun dengan memeras pikiran dan tenaga, selesai dalam waktu sekejap. Rasanya ada lubang yang menganga saat itu. Yang biasanya mengisi, jadi pergi. Yang biasanya ribut, jadi sepi.

Entah kenapa malam itu tiba-tiba teringat bagaimana kita dari memulai merancang untuk kegiatan ini. Bagaimana kita menghadapi berbagai kendala, suka, dan duka. Bagaimana kita menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang begitu kritis dari siswa VISI 5. Semua rasanya seperti tumpah saat itu. Andai bisa diulang kembali saat bagian kebersamaan itu. It was precious.
And to be honest, I stalked some students of VISI 5.  I was glad to know that you guys are so proud of yourself as much as I proud of you all. Thanks for choosing VISI as your place to improve yourself to become a good future vet. Thanks for accepting our "so basic" preparations  as the comitee. We knew that you guys secretly want more than what you've got but our capabilities are just not enough. I'd be happy if you guys would replace us in the future and making an upgrade for the next VISI as best as you can and it need to be better than ours.

As it ends, benar-benar terasa ada yang hilang. Tapi, yang tetap membuatku semangat adalah tahun depan. Dimana aku akan bisa melihat bagaimana hasil dari mereka-mereka para siswa-siswi VISI 5. Harapanku, mereka tidak hanya aktif dalam kampus (mungkin seperti itu doktrin dari seinor sejak dulu) tapi mereka bisa mengenalkan nama FKH Unair di dunia luar. Agar rasa bangga terhadap profesi ini tidak hanya disadari oleh sang penyandang profesi.
Once again, I might not tell you how proud I am right now, we can see it as you guys become our next generation. And here is some pics of my lovely VISI 5 during the graduation and other togetherness...

Rabu, 17 Juni 2015

Late night on the train.


I don't know why I still write on this blog. Somehow this site is difficult to leave. I'm on a train while writing this. I cannot even sleep because I don't know, I just don't want to. I'm coming home tonight because I just cannot handle it anymore. I miss my mother soooo  much even if I met her about one month ago. But this Ramadhan feels wouldn't leave me alone. I still cannot accept the fact that this year I'm going to face the final exam in Ramadhan (again). It's not about the fasting or tarawih prayer or any other things relate to Ramadhan. It's about the 'home atmosphere' and I want to feel it at the first week of Ramadhan. It would be different. The first sahur and first night of tarawih prayer would be complete if you are at home. Actually, I was having another plan. I was thinking that I don't really need to go home because there are something to do and I'm gonna waste my time at home without studying. But then, one friend of mine literally change my 'labil-brain'. She said that I really should spend my first week of Ramadhan with my lovely family. And then I start to think like her. When I still have time to go home, why not? To be honest, I'd like to spend my money to go home every week rather than go shopping lol. Because home is just where I belong. It's been two years since I study at Surabaya but I still feel like I was stranded on this city and I feel like I need my mother companion. I don't even know why I'm still writing this. I'm so sorry for my shitty grammar. OK I'm going to sleep. Marhaban yaa  Ramadhan.

Selasa, 16 Juni 2015

Congraduation, to our Chief Department!


Sudah lama banget nggak posting ya. Terakhir akhir semester kemarin hehehe. Mau sedikit cerita tentang wisuda minggu lalu. Jadi... Sabtu, 6 Juni 2015 kemarin Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKH UNAIR 2014, Mas Phanjat Mukti baru saja diwisuda dan dapat gelar S.Kh.

Awalnya Mas Phanjat nggak kasih kabar apapun ke anak-anak stafnya. Sampai akhirnya, Zhaza dapat info dari salah seorang teman dan ternyata benar. Mas Phanjat akan diwisuda dalam waktu dekat. Langsung deh, kabarin semua anak-anak masnya selama di BEM. Kita semua janjian buat kasih selamat.

Hari itu asli, panas banget dan posisinya kita anak-anak angkatan 2013 mau ujian Patologi di hari Senin. Karena anak Pengmas ciwi-ciwinya 'cukup' kompak dan setia, di tengah resah dan gundah menghadapi Patologi Umum Veteriner, kita masih sempatkan waktu di hari itu buat bela-belain foto dan kasih selamat ke Mas Phanjat. Hampir telat sih, sempat kebingungan juga soal bunga. Tapi akhirnya Zhaza dan Mas Sugeng yang beliin bunganya.

Waktu kita sampai di venue wisuda, which take place at Lobby Rektorat UNAIR, Mas Phanjat ternyata sudah nungguin di halaman sambil foto dan panas-panasan. Langsung deh, aku, Mas Sugeng, Hafida, disusul Tantri, tancap gas buat foto-foto ceria. Cukup lega sih, soalnya ada beberapa teman yang kaget karena datang terlambat dan orang yang mau mereka kasih selamat udah keburu meninggalkan area gedung.

Wisudawan yang dikukuhkan hari itu memang sedikit. Tidak sebanyak jumlah wisudawan yang biasanya digelar di Airlangga Convention Center. Nggak heran kalau prosesinya cukup kilat. Pas Mas Phanjat kasih live report ke kita-kita jam 10.30 aja udah masuk ke rangkaian acara sebelum penutup, yakni doa. Pas baca chat, Zhaza yakin yang kelimpungan di sini nggak hanya Zhaza.

Kocak aja kemarin waktu nonton wisudanya. Mas Phanjat yang dari sananya udah mirip Tulus, jadi makin-makin mirip pas pake toga. Puas foto bareng, kita semua langsung pulang.

Well, seenggaknya walaupun nggak lengkap, masih bisa ketemu dan kasih selamat. Kangen banget sama orang-orang Pengmas. Apalagi kalau ingat dulu, waktu sering kumpul bareng di Gazebo Lama dan SC Ormawa. Pas curhat-curhatan mengenai kegiatan masing-masing. Curhatnya dari mulai tentang perasaan sampai proker. Nggak jarang juga rumpi. Eh, nggak taunya Pak Kepala Departemen sudah wisuda aja.

Satu sih, doa Zhaza. Semoga kami selaku anaknya bisa mengikuti jejak Mas Phanjat. Paling tidak menyamai, atau Inn sha allah melebihi. Aamiin.

Hahahaha nggak tahu kenapa, setiap datang ke wisudaan selalu merinding. Padahal yang terakhir kemarin nggak masuk ke dalam gedung. Tapi tetep aja, doa selalu terucap saat ada di sana. Terbesit di hati kecil ini untuk sesegera mungkin membahagiakan kedua orang tua. Semoga Yaa Rabb... Someday I will!

Sabtu, 29 November 2014

Sabtu, 08 November 2014

Stop complaining, please.


Belakangan aku sedikit sensitif/jengkel/annoyed/sumpek/jengah jika ada yang bilang "Aku sibuk" atau "Aku masih ada acara ini, acara itu, aku capek, aku sibuk terus belakangan ini, aku ingin pulang."

Bukan sirik atau apa, aku mendengar keluhannya saja sudah malas. Boro-boro mau sirik.

Pernah ada teman yang bilang: Kalau kamu merasa jadi yang paling sibuk, kamu secara tidak sadar membuat orang lain merasa paling tidak sibuk atau paling tidak punya kesibukan. (kurang lebih kalimatnya seperti itu)

Semua orang bisa saja sibuk. Sibuk pada perannya masing-masing. Entah itu organisasi di dalam kampus, di luar kampus, di fakultas, atau di lingkungan tempat tinggal, mau yang sibuk dalam lingkup akademik, non-akademik. Yang jelas, semua orang pastilah punya kesibukan masing-masing, terlepas dari apapun peran mereka.

Dan jika kesibukan itu benar-benar kita sukai, tidak mungkin kita akan berkeluh kesah, apalagi didepan orang banyak, dengan bangga mengumbar keluhan kita. Kalau sudah begitu,jelas orang-orang melihat kita bukan orang yang kompeten.

Lebih baik kita jalani saja kesibukan yang semestinya. Bekerja dalam diam, tak banyak mengeluh dan ikhlas. Serta pandai-pandai mengatur waktu. Bukannya terus mengumbar beban diri sendiri ke banyak orang dengan lagak sok penting. Sesungguhnya orang yang paling tidak penting adalah orang yang sok penting. Dan juga orang yang merasa paling sibuk, adalah yang paling tidak mengerti tentang kesibukan itu sendiri, karena dia sibuk mengumbar kesibukannya ke banyak orang agar dilihat.

Pada dasarnya jika bicara soal mengabdi, mengabdi, ya mengabdi. Mengerjakan sesuatu tanpa pamrih, tanpa menuntut untuk dilihat atau bahkan dilirik. Bukan mengharapkan kitanya untuk dilihat, tapi mengutakamakan hasil kerja keras kita untuk dihargai.

Minggu, 28 September 2014

19!!!


Sisa umurku berkurang satu tahun dengan bertambahnya usiaku. 19 tahun sudah rupanya aku menikmati dunia. Terasa singkat. Rasanya seperti baru kemarin aku mengenakan seragam TK, tiba-tiba kini aku sudah dalam usia yang bisa dibilang dewasa. Dan aku sendiri merasa tanggung jawabku jadi lebih banyak sekarang. Terutama pada Mama & Papa. Harapanku di sisa umurku ini aku bisa jadi semakin bermanfaat, tidak untuk aku sendiri, tapi juga orang di sekitarku. Banyak pelajaran selama setahun belakangan. Dan semoga, aku bisa menyikapi segala bentuk ujian/masalah yang pastinya akan jadi lebih kompleks ke depannya. Aamiin... Inshaa Allah.

Untuk teman-temanku, Tantri, Ulin, Citra, Angela, Nicole, Shahlini, Yugenthri... Terimakasih atas ketulusan kalian. Juga teman-teman eFams atas doanya. Tidak ketinggalan juga Mama & Papa yang sudah sejauh ini sabar membimbing putri pertama kalian ini. Terima kasih!!!

Yang terakhir juga terima kasih untuk teman-teman yang sudah mendoakanku dari jauh. Semuanya begitu berarti. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aamiin.










Minggu, 31 Agustus 2014

a new beginning


Halo, hari ini hari terakhir libur semester 2. Besok pagi sudah saatnya menyambut datangnya semester 3. Sedih? Pasti. Karena dengan datangnya pagi, itu artinya liburanku sudah usai. Tapi, masa iya harus libur terus? Tentu tidak. Senang? Tentu saja. Karena aku bertemu lagi dengan teman-teman sekelas. Ditambah lagi, banyak kegiatan kampus menunggu. Setidaknya dengan adanya kegiatan aku bisa sejenak melupakan rasa rindu yang terlalu menggebu pada orang-orang di rumah yang selalu mendoakanku (Papa, Mama, Zulfan & Zieaf). 

Bicara soal orang-orang yang kusayang di rumah, belakangan setelah melakukan kegiatan magang aku merindukan mereka berempat. Tentu saja yang paling kurindukan adalah Mama. Sebulan di rumah terasa kurang saat aku harus kembali ke Surabaya. Tapi aku berpikir, toh jauh sementara waktu dari Mama dan Papa juga kedepannya untuk mereka berdua. Walau sulit, tetap harus dijalani. Pasti juga mereka akan tetap setia mendoakanku. Tak kurang-kurang, Mama bahkan setiap hari setidaknya selalu menyempatkan untuk menelponku. Benar-benar tidak ada duanya. Hari ini saja semua orang di rumah menyempatkan berbicara di telpon bergantian. Meski aku rindu pada mereka semua, mulut ini rasanya enggan berucap. Karena pastinya akan jadi canggung. Hehehe. Jadi kukirim rinduku pada mereka berempat hanya lewat doa. Walau tak terdengar, setidaknya aku selalu menyebut mereka dalam setiap doaku.

Kembali lagi pada apa yang akan menantiku besok. Semester 3 ini, aku harap aku bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya (Aamiin Ya Rabb). Dengan semakin bertambahnya tingkat kesulitan mata kuliah yang kudapat, aku harap aku bisa sadar diri untuk semakin meningkatkan frekuensi belajarku. Apalagi aku mengambil mata kuliah lebih, jadi total SKS yang akan kutempuh selama 6 bulan kedepan ada 21. 21 bagiku sudah banyak, belum lagi harus melewati serangkaian praktikum yang 'katanya' susah. Menantang memang. Dan sepertinya akan banyak waktuku yang terbuang nantinya.

Tapi, hal yang besar harus didapatkan dengan usaha yang besar pula bukan? Semoga Allah selalu menuntunku untuk jadi lebih baik kedepannya. Aamiin.

SEMANGAT SEMESTER 3!!!


Best Guardians



So, I just watched Guardians of Galaxy yesterday. How was it? IT WAS COOL!!! Oke, mungkin aku agak alay karena baru ini nonton film Marvel di bioskop. Hehehe forgive my alayness(?) ya. Kenapa bisa kepingin banget nonton ini? Karena iming-iming dari temen kost yang bilang kalau filmnya keren. Jadilah aku terpengaruh buat nonton dan maksain si Rama yang kebetulan lagi sibuk ospek (maba ITS, baru aja dibotakin HAHAHA) buat nonton Chris Pratt dkk. Dan hasilnya? Gak kecewa dong karena filmnya keren parah. Walaupun masuk studionya agak telat dan kita duduk di baris nomor dua (I blame Rama for this, k).

How was the story? Jadi ceritanya tentang orang-orang yang berebut Infinity Stone atau Batu Abadi. Si Om Chris (as Star-Lord a.k.a Peter Quill) ini disuruh nyuri sebuah bola. Awalnya sih Peter nggak tahu apa isi dari bola yang dia ambil. Udah nggak tahu apa isinya, dikejar-kejar pula. Nah, saat Peter mau ngasih bola ini ke seseorang (lupa namanya) si bapak tuanya itu nolak soalnya dia nggak mau berurusan dengan Ronan, the bad guy whose obsessed with that ball. Dan bener aja, Pas Peter keluar dari tempat bapak tua itu, dia ketemu sama Gamora (Zoe Zaldana) yang mana dia suruhan dari Ronan. Nggak cuma suruhan si Ronan aja yang kalang kabut nyariin Peter. Yondu, juga nyariin si Peter karena dia bandel sih. Udah disuruh bawa bola itu balik, malah nggak cepet dibalikin. Yondu pun memasang imbalan sebesar 40.000 units buat yang bisa nangkap si Peter hidup-hidup.

Dan kemudian muncullah Rocket dan pengawalnya Groot (Vin Diesel). Groot ini karakter favoritlah pokoknya mah. Gede-gede unyu sih(?). Rocket sama Groot ini juga pingin nangkap si Peter. Di sini Peter masih belum tahu juga apa isi bola yang bikin dia dikejar banyak makhluk -_-

Singkat cerita si Peter, Gamora, Rocket dan Groot ditangkap prajurit dari Nova Corp. gara-gara berantem (setidaknya aku pahamnya gitu HAHAHA). Mereka bertiga dipenjara dan ketemu sama Drax, orang yang dendam banget sama Ronan karena keluarganya dibunuh sama Ronan. Intinya Drax ikutan gabung deh sama Peter and the gang karena dia ingin balas dendam.

Efek filmnya keren banget, udah gitu alurnya berhasil bawa penonton naik turun. Apalagi waktu Groot merelakan nyawanya. Mau nangis banget rasanya. Tapi malu._. Udah gitu Chris Pratt ganteng banget!!! His body really amaze me HAHAHAHA forgive me but at his age, he looks so fine and handsome and hot at the same time. Dan baru tahu juga kalau yang jadi Ronan, Lee Pace juga ganteng. Tapi tetep gantengan si Chris karena dia good guy di film ini. Agak bersyukur juga di film ini gak ada adegan kissing (Eh ada gak ya? Lupa.-.) Terus lagi, yang mengharukan itu pas Peter cerita kalau ibunya kasih playlist lagu-lagu favorit mendiang ibunya. Aduh, jadi terinspirasi kan buat nularin lagu-lagu kesukaanku ke anak-anakku (Sumpah ini random parah). Tapi patut dicoba loh. I'm still gonna make a list anyway. Aduh pokoknya keren lah. Segera tonton dan rasakan sendiri(?)



ps: lagi buntu banget makanya ngetik beginian. forgive my randomness, hehe parahnya nonton ini masih hutang 10K ke Rama. Maafin ya. HAHAHA

with love, zhx

Sabtu, 30 Agustus 2014


tidak selamanya berdua itu baik untuk keduanya.
tidak selamanya berdua itu berarti bahagia.

tentu aku mengerti, bagi sebagian orang berdua pasti menyenangkan. siapa sih yang tidak ingin bersanding dengan pujaan hati? aku bahkan menginginkannya. tapi apa artinya jika kata 'berdua' itu berarti pelarian? apa artinya jika 'berdua' tapi hanya satu yang mengusahakannya?

aku juga tidak ahli dalam memahami cinta yang dirasakan banyak orang. tapi aku hanya heran pada mereka yang menyianyiakan kesempatan berdua itu. kenapa sempat terpikir untuk berdua jika pada akhirnya hanya meninggalkan sakit hati, jika semua itu hanya pelarian, jika hanya satu orang yang berusaha mempertahankannya?

jika dari awal sudah menyadari kalau tidak mampu, lalu kenapa memilih berdua?

:)


Jika dibilang masa-masa SMA itu menyenangkan, aku akan dengan keras menolak. Karena tidak semua remaja merasakannya, contohnya aku. Jangan ditanya bagaimana masa SMA-ku, saat perpisahan saja aku tidak menangis seperti yang lain. Siapapun yang tahu dan kenal aku pasti tahu alasannya.

Fase paling menyenangkan dalam hidupku justru terjadi di saat SD-SMP. Karena justru di sanalah masa-masaku bermain begitu terasa. Aku punya banyak teman, pokoknya fun! Even if I had to go back to those times, I would do it just to rewind the unforgettable memories. Setelah aku kuliah, dari banyaknya teman yang aku punya mulai dari TK-SMA, hanya ada beberapa yang masih rutin menghubungiku. Aku pun juga make an effort untuk selalu keep in touch dengan mereka walau sama-sama sibuk. Tidak semua teman akan seperti mereka, aku yakin itu. Karena pasti ada beberapa teman yang sudah lupa sama sekali denganmu ketika mereka masuk di dunia baru. Nah, untung saja ada wajah-wajah di bawah yang tetap bersedia ketemu. Ada Bagus (bule face, well i think he has that kind of face so, yeah), Delin, dan Rama (and please ignore my face on those pics kk). Well, walau selain mereka yang masih tetap berkontakria denganku ada Lely, Ami, Yulia. Tapi sayang, setahun belakangan aku belum sempat bertatap muka sama mereka. Terakhir kali kita ketemu waktu ada lomba Venol di kampusku.

Harapanku untuk teman-teman terbaikku: sukses kuliahnya ya, Rek! Keep in touch terus, jangan putus-putus silaturahminya, tetep jadi diri sendiri, belajar yang bener, and I love y'all!!!!

No need to call them best friends, if they stay around you through your hard times that's the true friendship that will last -Zhaza












Kamis, 07 Agustus 2014

peace is all we need


i don't know why people always see everything with the outer look.
like, always judge people from their look, their clothes or even their money.
i don't understand how the society works.
like, first they will like, love or even worship you but the next day, you suddenly become their enemy.
i know this is life but, i always want a day without being ignored, where everything runs in a fair way, when there's no rejection in any confession, when people can accept who you really are, when people not taking anything for granted, when you can express your feelings, when everyone is just in the same stage even if they're rich or poor, when the inner beauty is all that matters...
i want a day without any people feel worthless
i want a day when i become myself.
i want a peaceful day.

Rabu, 06 Agustus 2014

rencana


Allah memiliki cara yang berbeda untuk menguji makhlukNya. Aku yakin itu.
Dia tidak semata-mata memberi, tanpa tahu apa yang sebenarnya kita perlukan.
Dia tidak semata-mata menghukum, tanpa ada hal buruk yang diperbuat makhlukNya.
Dia Maha Adil, tanpa perlu diragukan.
Mungkin hanya aku, sebagai hambanya yang kurang bersyukur.
Mungkin hanya aku, sebagai hambanya yang kurang tahu diri.
Satu lagi yang sangat kuyakini, Allah selalu punya yang terbaik dibalik semua rencanaNya.

Senin, 07 Juli 2014

Finally, after 2 weeks of waiting,...


Halo, Zhaza lagi seneng banget, nih. Karena baru dapat kesempatan buat nonton The Fault in Our Stars setelah dua minggu penuh dihadang sama ujian teori dan praktikum. Dan sekarang, aku mau cerita gimana rasanya setelah nonton film yang bener-bener aku tunggu dari 2013. Iya, emang lama banget. So, how's the film?

First thing first, I'd like to say that Gus is just my center of attention, since the first scene he was involved. Gila, Ansel Elgort beneran bikin gemes ekspresi mukanya di saat adegan dimana Gus harus ngelucu. He's cute, adorable, funny, gorgeous, and surprisingly beautiful at the same time. Perbandingan sama novelnya, (in my opinion) mungkin karena efek novel yang kubaca itu terjemahan, jadi agak aneh (you know lah, novel terjemahan terkesan lebih rumit, hehe) atau karena aku yang udah lupa, because the last time I checked, aku terakhir baca The Fault in Our Stars itu setahun yang lalu, di novel Gus candaannya terkesan kurang 'ngegemesin'. Sementara di filmnya, dimana sudah divisualisasikan dengan wow, plus dengan Ansel, pemeran Gus yang gantengnya ceceran sampai ke lantai-lantai, karakter Gus terlihat lebih menggetarkan hati. Dan itu bikin aku inget banget pas baru selesai baca novelnya, aku gak bisa move on dari Gus. And I proudly say that he's the first fictional character that can't get over for a long freaking time.

Gimana Gus dengan segala kemurahan hatinya, tanpa gengsi berbicara pada Genies buat mewujudkan impiannya, yang katanya sih impian dia gara-gara habis baca An Imperial Affliction buat ketemu Peter Van Houten, padahal sih emang buat Hazel (jauh dari lubuk hati Gus yang paling dalam). Bagaimana Gus dengan segala ucapannya yang bisa bikin hati ini meluber gak berhenti. Tentu semua cewek normal, kayak aku mau banget punya seorang Augustus Waters di kehidupan mereka. Dan gak salah kalau aku jatuh hati pada sosok fiksi seperti Gus.

Cinta Gus ke Hazel dan cinta Hazel ke Gus yang tanpa cela berhasil mengajarkan kalau semua orang berhak mendapatkan hak buat jatuh cinta. (Ikr, aku udah pernah menyinggung hal yang sama di postingan sebelumnya ehehehe).

Balik ke filmnya lagi, nih. Kalau yang udah nonton Divergent pasti bilang "Awkward because Shai and Ansel used to play the same movie and they were brother and sister in Divergent." Ya, mungkin akan awkward buat yang udah nonton. Tapi, karena aku belum nonton, jatuhnya biasa aja tuh pas mereka beradegan mesra. Hahaha. Bicara soal adegan... Tadi pas nonton mau ngakak sama Fadia dan Citra, karena posisi kita bertiga lagi pada puasa semua dan kita nonton di siang bolong. Hahaha.

Oh iya, ada satu hal yang aku kepo banget gara-gara habis baca bukunya, tapi sayangnya di filmnya nggak ditayangin. Apa itu? Tentang The Hectic Glow, band favorit Hazel. Iya, aku penasaran banget. Seenggaknya ditampilin poster atau gimana. Tapi, ya mustahil juga sih. Karena pasca baca novel aku sempat search The Hectic Glow, dan ternyata itu cuma band fiksi yang dibuat John Green. Oke fix, saat itu agak kecewa sih pas tahu band kesukaan Hazel gak real. Jadi, since the band wasn't real agak masuk akal juga sih gak ada poster personil band itu. Walaupun sempat ada poster bertuliskan The Hectic Glow di kamar Hazel yang tanpa foto personil, cuma tulisan. Para penonton film yang gak baca bukunya pasti juga ngiranya itu cuma hiasan dinding. Yang mana tadinya aku juga ngira gitu._.

Oh iya, ada satu hal tentang Gus dan Hazel yang mungkin gak diperhatikan sama kebanyakan penonton. Apa itu? Bagi para penonton yang jeli sih bakalan 'ngeh' kalau T-Shirt 'Bulldog" yang dipakai Gus pas pertama kali ketemu Hazel, itu dipakai Hazel saat cuplikan di malam Hazel dapat kabar kalau Gus meninggal. Which is I found it sad. Dari mana aku tahu? Biasa, kepencet link spoiler, dan pas nonton filmnya... emang bener. T-Shirt Gus dipakai Hazel malam itu.

Soal Isaac yang jarang disinggung di film ini, pertama-tama, I'd like to say that Nat Wolff was incredibly handsome, and cute at the same time. Udah munculnya dapat porsi paling kecil, muncul paling annoying pas adegan banting-banting tropinya Gus, dicampakkan sang pacar, pokoknya Isaac ini complete package lah. Meski gitu, aku salut banget sama sosok Isaac, dimana dia selalu berusaha menyayangi orang disekitarnya dengan tulus. Seperti ia menyayangi Monica, walau ujung-ujungnya dia ditinggalin juga. Dan sayangnya Isaac sama Gus, ini terbukti pas Isaac bilang dia nggak akan mau melihat dunia tanpa Gus di sisi dia. Kalau boleh milih, jujur aja sih, aku mau punya sahabat kayak Isaac. Kalau di Indomar*et ada, mungkin aku beli. Hehehe

Well, kalau nggak berhenti, bisa-bisa ceritaku tentang The Fault in Our Stars selesainya berpuluh-puluh ribu karakter. Hahahaha .-. ya... pokoknya gitulah. Filmnya berhasil membuat naluriku sebagai pembaca novel -yang hanya bisa membayangkan saja pada awalnya- ini bisa terpuaskan. Tapi, mungkin bagi sebagian yang udah nonton, dan belum baca bukunya, film ini biasa aja. People see things in different ways, right? So, yeah. That's all what i'm saying.

with love, zhx


Minggu, 06 Juli 2014

Because I don't have a boyfriend...


Since tomorrow (7th of July, 2014) is the last final exam for this semester, and the subject is Anatomy Veteriner, I feel like I'm already in "lack of spirit" stage. Which is why I feel like I don't want to read, I don't want to study, and I don't want to do anything at all. Like, at all. I feel like I need my holiday freaking right now and I want to go home. Because this exam and fasting collaboration thing is just worst and that's why I miss my Mama soooo badly. But then, suddenly, I found this pic and suddenly, my spirit rate increase immediately. THANKS BABY ASHTON YOU JUST MADE MY DAY. NOW NOW, I NEED TO STUDY AGAIN ABOUT THE BRAIN, MUSCULUS, ARTERY AND ALL THE THINGS THAT RELATED WITH TOMORROW'S EXAM.
PSH i made this by myself. alright this is sound pathetic, but what else can i do? i don't have a boyfriend to give me this kind of pic lol so i pick My Baby Ash. HA!

Jumat, 04 Juli 2014

Minggu, 29 Juni 2014

halo


Halo...
Hahahahahahaha di saat semua universitas udah melaksanakan UAS, bahkan udah liburan, universitas tempatku menimba ilmu belum melaksanakan UAS. Baru besok ini. Iya, besok tanggal 30 Juni 2014. Entahlah, gimanapun tetap harus dijalani. Selain UAS paling akhir, ujian lain (setidaknya bagiku, atau mungkin bagi sebagian anak rantau) adalah aku harus memulai puasa pertama tanpa orang tua. Berat, sih. Tapi, gimana lagi? Toh, jauh-jauh dari Banyuwangi ke Surabaya juga buat orang tua tersayang. Tapi, alhamdulillah, aku tidak merasa sendiri. Karena banyak persatuan anak rantau lain yang tidak bisa pulang gara-gara dihadang UAS.

Harapanku di bulan yang penuh berkah ini, semua UAS lancar, IP memuaskan dan meningkat, pulang bisa bawa oleh-oleh berupa barang atau nilai bagus, bisa menikmati bulan Ramadhan ini sampai nanti saat lebaran tiba dengan keluarga besar, terus.... apalagi, ya? Harapanku buat teman-teman di kampus, sih angkatan 13 a.k.a APIS semakin kompak, eFams makin erat kekeluargaannya. Sudah, itu aja. Doa-doa lain biar menyusul.

Marhaban ya Ramadhan!

Jumat, 20 Juni 2014


Selagi umur masih ada, selagi nafas masih berhembus, selagi otak tak berhenti bekerja, tidak ada kata istirahat. Jujur saja, aku baru menyadari sekarang, kalau tubuh ini tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk berbagi manfaat dengan makhlukNya yang lain.

Karena sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain. :)

Minggu, 25 Mei 2014

how i spent my lonely time today


hari ini aku gabut banget ya. pagi gulung-gulung di kasur, siang beres-beres dan nyuci. terus niat belajar histologi ke kontrakan anak-anak Malaysia batal karena mereka ada acara. teman-teman lain kuSMS pada nggak bales, sibuk sama tugas rumah dan blablablabla. jadilah aku 'mendamparkan diri' di Danau Rektorat Kampus C UA (lengkap banget btw zha. iya, biar jelas-_-) aku belajar histologi sendiri di sana. rasanya campur aduk. apalagi pas lihat ada beberapa pasangan duduk di pinggiran danau. sementara aku sendirian. well, let's just say, i'm the only one who was lonely there. semua orang pergi bareng, ada yang sama keluarganya, pacar, temen-temennya. bahkan pas aku parkir motor beberapa orang natap aku aneh. mungkin mereka mikir, ini anak hilang kenapa ke sini? but i just kept walking and picked a perfect spot to sit. aku duduk dan langsung buka textbook histologi. kira-kira kurang dari satu jam aku belajar. setelah belajar bab untuk Senin besok, sistem reproduksi betina, aku memutuskan untuk membuka camilan (yang awalnya mau kubawakan buat teman-teman saat belajar, but turns out i have to study on my own) Happytos yang aku beli di Indomaret sebelumnya. daripada nggak seru dimakan sendirian, aku bagi sama ikan-ikan di danau. dan hasilnya? pada suka. ikan kecil, mujair, ikan-ikan besar (koi, sama yang hitam gede banget, i don't even know the name) nggak nyangka makhluk air suka snack itu juga. bahkan saking banyaknya ikan yang naik ke permukaan, kegiatan memberi makanku sempat menarik perhatian beberapa orang yang lewat. sampai ada bapak-bapak yang lagi nenteng SLR tanpa ragu ambil foto. i'm definitely going to spend another lonely time there next time hehehe. when you're lonely doesn't mean you can't have fun right? even i had fun today. walau dari kemarin harus kemana-mana sendirian.

from now on, i just love myself even moooore 



curhat.


let's get this straight. semua orang yang kenal (dekat) aku, pasti tahu aku suka sama Justin Bieber. bukan sekedar suka. like, suka banget. dan sejauh ini, hanya beberapa yang masih menganggap itu hal yang aneh/nggak biasa/alay/childish/alay/alay/alay or whatever they named it. i hate this kind of people anyway, to be honest (well, i know hate is a strong word but who cares?), like, beberapa dari mereka juga punya idola. munafik (another strong word, sorry) banget kalau misalkan mereka nggak kind of worship their idol or love them or send them adorable words or anything. okay, i've been through this kind of situation when i was at senior high. someone from my school unfollowed me bc i retweet some jokes about 1D. if you're a directioner, don't get me wrong, i love all their songs, okay. and they're all atractive af. and now, pas aku sudah kuliah, ada lagi nih yang cari gara-gara. tapi keadaannya berbalik. this person had the nerve to retweet something about Justin. parahnya dia retweet tweet yang diupdate sejak Januari lalu. niat banget ya. ikr, this person must be hate Justin that much behind my back but that's not why i'm writing this. what i'm trying to say is, you should respect other's opinion or what they like or at least just shut up if you're trying to say something bad towards them. this is a free country, dude. everyone has their own right to pick something to like or to fangirl about. if you don't like it the way they do just keep your own opinion on your mind because ain't nobody go time to hear it anyway. and please go get alive and just don't start making up fight or turn on a fire if you don't want to be burnt. aku bilang sekali lagi, aku nggak marah. hanya saja muak sama orang-orang yang nggak bisa menghargai orang lain. to make this clear, i've never insult this person's idol before. because i know what it's like to be a fan. because i'm a fan too. that's why i respect the other's stan. so yeah, i'm so sorry for writing such a crap words in this blog. i made this because i think someone needs a wake up call before he/she got slapped by someone else (oops, sorry again).

with love, zhaza.


and when the person reads this i'll be like